Kasus pencurian terumbu karang di Belitung oleh kapal-kapal asing mulai marak. Terumbu karang tersebut dicuri untuk dijadikan bahan baku pembuatan kosmetik. Kepala Satuan Kerja Pengawasan Sumber Daya Kelautan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Belitung Mulyadi, di Belitung, Selasa (11/5/2010), mengemukakan pencurian terumbu karang oleh kapal asing mulai bermunculan sejak tahun 2008. Hampir seluruhnya merupakan kapal asal Vietnam.
Ada indikasi Vietnam mulai kekurangan bahan baku untuk industri kosmetik.
-- Mulyadi
Sepanjang tahun 2009, misalnya, terdata sembilan kapal asal Vietnam yang mencuri terumbu karang ditangkap aparat. Sementara itu, hingga April 2010, terdapat 3 kasus pencurian serupa, juga dilakukan kapal Vietnam. Terumbu karang yang marak dicuri antara lain berupa akar bahar dan bunga karang.
"Terumbu karang itu dimanfaatkan untuk bahan baku kosmetik. Ada indikasi Vietnam mulai kekurangan bahan baku untuk industri kosmetik," ujar Mulyadi.
Satuan Kerja PSDKP Belitung Pribadi Wahono menambahkan, kapal-kapal pencuri asal Vietnam itu rata-rata berupa kapal kecil berbobot mati 10-50 gross ton. Adapun modus pencurian adalah menyamar sebagai kapal nelayan.
"Diduga, setiap tahun ada puluhan kapal asing yang mencuri terumbu karang di perairan Belitung, namun sulit ditangkap," ujar Pribadi.
Kemampuan patroli pengawasan Kementerian Kelautan dan Perikanan di Belitung masih minim. Sepanjang tahun 2010, jumlah pengawasan ditargetkan hanya 12 hari, atau turun dibandingkan total pengawasan tahun 2009 yakni 30 hari. Sementara itu, jumlah armada patroli pengawasan hanya 1 unit.
Direktur Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Aji Sularso mengemukakan, pencurian terumbu karang masih terjadi karena masih ada beberapa kawasan terumbu karang yang belum optimal dalam pengawasan, di antaranya Wakatobi di Sulawesi Tenggara dan Kabupaten Pangkep di Sulawesi Selatan.
"Kondisi terumbu karang penting sebagai rantai habitat ikan. Apabila pencurian terus berlangsung, maka akan menurunkan potensi produksi ikan," ujar Aji. Untuk itu, pihaknya kini mulai menerapkan strategi pengawasan terumbu karang dengan melibatkan masyarakat.
Kompas, Selasa, 11 Mei 2010
11:34 AM

Posted in:
0 komentar:
Post a Comment